Monday, 12 December 2016

Jilat Ludah Sendiri. ENAK ?

"Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia."- Ali bin Abi Tholib

"Aku gak bisa percaya sama orang."- Rini Yanti Sianturi

Quotes diatas tercipta dari orang-orang yang pernah atau sering dikhianati oleh orang lain, entah itu dari kata-katanya ataupun perilakunya.
Memang manusia hanya bisa berencana, mudah berucap, tanpa memikirkan kemampuan diri sendiri apakah bisa ia memenuhi apa yang telah ia rencanakan atau ucapkan. Banyak manusia diluar sana mengucapkan janji atau kata-kata manis dengan level tak terhingga. That's bigger bullshit, percayalah.
Manusia itu suasana hatinya berubah ubah, kadang bisa seperti anak kucing yang begitu menggemaskan, kadang pula bisa seperti singa yang siap menerkam kapanpun. Oleh karena itu, untuk mempercayai seseorang lihatlah dari karakternya sehari-hari, kenali betul tentang kepribadiannya, berikan daya ukur untuk karakter dan kepribadiannya apakah ia bisa dipercaya atau tidak.

Dan untuk orang-orang yang merasa dirinya terasingkan karena dianggap remeh perkataan atau sikapnya, tolong berpikirlah tentang sebab-akibat. Tanyakan pada diri sendiri "mengapa dia tidak mempercayaiku ?", "apa yang membuat aku tidak bisa dipercaya ?", "bagaimana agar aku bisa dipercaya ?". Jangan pernah gengsi untuk intropeksi diri sendiri, justru dengan intropeksi diri sendiri, kita akan tahu pribadi kita yang sebenarnya, kita mampu mengendalikan emosi, perkataan, perbuatan yang akan kita lakukan. Pahamilah, harga diri manusia bukan dilihat dari kekayaan, status pendidikan, ataupun nama keluarga yang terpandang. Harga diri manusia dilihat dari perkataan terlebih lagi sikapnya. Coba pikirkan, ada manusia yang terlahir di keluarga kaya dan terpandang namun ia sering menghina orang lain, berbohong, membuat keributan, kasar, egois, dan ada manusia yang terlahir di keluarga sederhana namun ia jujur, pekerja keras, dan bisa menghargai orang lain, manakah yang anda pilih ?
Kekayaan duniawi itu seringkali menyesatkan, namun kepribadian yang baik mampu membawa kita kepada kekayaan yang sebenarnya, yaitu kedamaian dalam hidup.

Yang membuat rasa terkhianati dan dibohongi menjadi sangat menyakitkan adalah karena rasa terkhianati dan dibohongi itu didapatkan dari orang yang kita sayangi dan kita percaya. Hal itulah yang membuat hati kita menjadi sangat rapuh dan kadang sulit untuk mempercayai seseorang lagi. Layaknya kita diberi makan untuk hidup, diberi rasa nyaman, diperhatikan, tapi hanya untuk tujuan dibunuh. Sungguh menyesakkan hati. 
Percayalah, manusia memberikan kepercayaan karena melihat perilakunya bukan perkataannya. Manusia berkata-kata semanis apapun namun apabila perilakunya pahit akan sulit dipercaya oleh orang lain. Jadilah manusia berkelas dari kata-kata yang bisa dipertanggungjawabkan, dan perilaku yang bisa dicontoh.

Hidup itu memang harus ditertawakan. Lucu rasanya mengingat yang dulu berdekatan layaknya urat dan nadi namun sekarang berjauhan layaknya bumi dan pluto. Terlebih lucu lagi melihat kelakuan dia yang dulunya terlihat tidak menyukai seseorang namun sekarang dia menjadikan orang itu istimewa di hati dan hidupnya. Rasanya ingin sekali tertawa di hadapannya dan menceritakan kelakuannya yang patut untuk ditertawakan. HAHA. Layaknya melihat drama istimewa dan sangat membolak-balikan suasana hati. Ya itulah manusia yang tidak bisa di percaya, semanis apapun perkataannya. Kadang merasa heran atas ucapan yang dulu ia katakan namun sekarang kenyataannya berbanding terbalik dengan kata-katanya, layaknya meludah kemudian menjilat ludah sendiri, ENAK ?
HAHA. 







*Pelajaran penting apabila dikhianati seseorang, jangan menaruh harapan pada mereka yang tidak bisa dipercaya. Jangan terus menggenggam pisau yang membuat telapak tanganmu terluka, lebih baik lepaskan pisau tersebut kemudian berusaha mengobati luka yang ada. Tidak harus sembuh sekarang, namun pasti suatu hari nanti. 

No comments:

Post a Comment