Biar ku ingat lagi pertama kali kita bertemu, saling bertatap mata, dan jantungku berdegup kencang.
Biar ku ingat lagi masa-masa ketika kamu mendekatiku, mengirimkan pesan singkat selamat pagi, mengingatkan aku makan.
Biar ku ingat lagi hal-hal ketika kita bersama ;
Melihatmu memakai kaos oblong berwarna putih membuatmu terlihat semakin tampan.
Melihatmu mengendarai motor melalui derasnya hujan.
Melihatmu tertawa dengan lepas tanpa beban.
Melihat wajahmu dari samping ketika kita berjalan berdampingan.
Melihat garis senyummu yang mampu menenangkanku.
Melihat wajah khawatirmu ketika aku terluka.
Melihat betapa lucunya raut wajah kesalmu.
Biar ku ingat lagi caramu menjagaku ketika kita berada di tempat asing, meyakinkanku ketika aku ragu, menyemangatiku ketika aku lemah, caramu membuatku tertawa dengan hal-hal kecil.
Biar ku ingat lagi masa dimana kamu terpuruk dan kamu mendatangiku menyampaikan semua keluhmu padaku.
Biar ku ingat lagi kata-kata kita untuk selalu bersama apapun yang terjadi.
Biar ku ingat lagi masalah demi masalah yang mampu kita lewati bersama.
Dan biar ku ingat lagi caramu membohongiku, memarahiku, keras kepalamu.
Biar ku ingat lagi perlahan-lahan kita berjauhan.
Biar ku ingat lagi luka yang kamu tinggalkan untukku.
Biar ku ingat lagi rasa kecewa yang aku berikan padamu.
Biar ku ingat lagi bahagiamu setelah kita tidak bersama lagi.
Sekarang aku ingat semua itu dinamakan kenangan. Kenangan yang terjadi di masa lalu. Sayangnya aku hidup di masa sekarang bukan di masa lalu. Biarkan kenangan itu aku nikmati, agar ada alasanku untuk merindukanmu. Bagiku, merindumu adalah salah satu caraku untuk bersyukur atas apa yang sudah aku lalui sejauh ini. Aku bahagia.
Pergilah kenangan bersamaan dengan waktu yang berlalu.
No comments:
Post a Comment