Akhirnya kau melakukannya. Hal yang membuatku menjadi ikhlas untuk melepasmu, ya walaupun belum sepenuh hatiku untuk dapat mengikhlaskanmu.
Kau mengganti "Profil Picture" di akun BBM mu. Foto seorang wanita. Dia wanita yang cantik, dan kelihatannya wanita baik-baik. Biar ku tebak, dia adalah kekasihmu yang baru bukan ? atau wanita yang sedang kau sukai ? ahh pasti salah satu tebakanku benar yaa 😂
Aku tersenyum saat kau menggunakan foto wanita itu, namun ada sesuatu yang membuatku merasa sesak. Disini. Di hatiku.
Ya aku tahu kau lelaki pintar, yang jika disakiti oleh satu wanita tidak mudah untuk berlarut dalam kesedihan. Karena kau memiliki banyak sekali kenalan wanita. Tak apa, itu bukanlah hal yang buruk. Aku bangga terhadapmu, logika mu masih kau gunakan dalam hal patah hati. Bagus. Pertahankan.
Sambil aku tersenyum mengikhlaskanmu yang sudah bisa move on, aku juga tersenyum menertawai diriku yang lemah. Ya ! Aku lemah. Aku lemah karena aku tidak mampu mempertahankan hubungan kita. Aku seorang pecundang. Pecundang yang berbohong terhadap perasaanku sendiri.
Sakit mengenang kata-kata perpisahan yang aku ucapkan kepadamu. Sejujurnya aku tidak mau mengucapkan kata-kata menyedihkan itu, tapi apalah dayaku. Keadaanku yang memaksaku untuk mengucapkannya.
Aku putuskan untuk menyayangi dan mencintaimu dalam diam. Apakah kau tahu ? Jujur, menyayangi dan mencintai dalam diam itu menyakitkan.
Sedih rasanya melihat orang yang aku sayang membenci diriku, menganggap sepele rasa sayangku padanya, tidak mempercayaiku lagi dan semakin menjauh dariku. Ingin rasanya aku berlari menemuimu dimanapun engkau berada, menyampaikan semua keluhku, rinduku, lemahku kepadamu. Tapi itu tak mungkin terjadi. Hidupku bukanlah cerita FTV yang segalanya menjadi mungkin terjadi dalam sekejap saja.
Apakah kau pikir hanya kau saja yang terluka akan perpisahan kita ? Tidak ! Jika memang itu yang kau pikirkan, kau salah besar ! Kau tahu, akupun disini terluka. Sangat terluka. Aku yang masih menyayangimu dengan terpaksa harus mengambil pilihan yang berat untuk melepasmu pergi. Membayangkanmu yang aku sayang menyukai wanita lain, mengirimi pesan romantis kepada wanita lain, menjanjikan harapan indah kepada wanita lain, ahh cukup sudah. Tak mampu lagi aku tuliskan semua. Terlalu menyakitkan. Sungguh.
Aku tidak boleh egois untuk kesekian kalinya. Kau pantas untuk bahagia. Kau pantas bersama wanita yang baik. Pergilah. Melangkahlah sejauh yang kau bisa. Semangat untukmu meraih cita-citamu. Ingat satu hal, teruslah berjuang untuk apapun itu. Jika ada 10 hal yang bisa membuatmu jatuh, ingatlah masih ada 100 hal yang bisa membuatmu bangkit.
Ketahuilah, aku menyayangimu. Janganlah bersedih, kumohon untuk selalu bahagia. Kau tahu, aku ikut merasakan bahagiamu. Jadilah pribadi yang lebih baik setiap harinya. Jika kau merasa memiliki masa lalu yang buruk, berusahalah agar tidak kembali ke masa itu lagi.
Kau tahu, cara mencintai paling rahasia dan bertahan dalam diam adalah dengan berdoa. Ya, aku disini mendoakan kebahagianmu. Hanya sepasang tangan dan mulut ini yang mengerti, untuk siapa rasa sayangku dan untuk siapa aku berdoa.
kakak ceritanya mirip bgt sama kisah aku :'(
ReplyDeleteyahh flashback dah tuh :’-(
Delete