Friday, 28 July 2017

Kita yang Beda

Aku kira semua ini mudah tuk ku jalani.
Hanya ada tawa dan bahagia.
Nyatanya tidak.
Ada pula tangis dan sedih, ditambah luka dan perih.
Perih itu apa ? Adalah saat tak mudah menyatukan 2 hal yang berbeda, apalagi lebih dari 2 hal yang berbeda, misalnya kita.
Kita itu apa ? Adalah 2 orang yang memiliki banyak perbedaan.
Aku berusaha berjalan maju sedangkan kamu hanya berjalan di tempat.

Aku bagaikan 2 + 2 = 4 sedangkan kamu bagaikan soal logaritma.
Terus terang saja, aku sulit mengerti kamu sama hal nya dengan aku sulit mengerti Logaritma. Dan terus terang, aku tidak menyukai pelajaran matematika. Tidak seperti matematika, aku menyukaimu hanya saja aku sulit untuk memahamimu.

Kata orang, sebenarnya kunci keberhasilan suatu hubungan adalah dengan memahami pasangan nya. Berusaha saling mengisi satu sama lain. Memaklumi bahwa sifat manusia berbeda-beda dan memahami bahwa kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri terhadap pasangan kita. Tapi semua orang punya kelemahan bukan ? Aku pun punya. Aku sulit berdampingan dengan seseorang yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan diriku, terlebih lagi dalam suatu hubungan.

Aku tidak menyalahkan mu atas sifat kita yang berbeda, karena sifat merupakan hal yang terbentuk sejak kita dilahirkan dan sifat itu sulit diubah. Oleh karena itu, baiknya kamu temukan seseorang yang mampu memahami dirimu sepenuhnya dan mampu membawamu ke sifat yang jauh lebih baik. Yang pasti aku bukanlah seseorang itu.

Aku tidak mau memaksakan kehendak ku padamu, karena sesuatu yang dipaksakan itu tidak permanen. Lagi pula itu akan menyakitkan untukmu, kamu dipaksa berubah tanpa kamu inginkan. Berubahlah jika kamu merasa kamu ingin berubah, berubahlah jika kamu merasa salah, berubahlah jika kamu sering mendapat kegagalan yang sama yang berulang kali terjadi dalam hidupmu. Jangan berubah hanya karena ingin menyenangkan orang lain tapi sebenarnya kamu merasa kamu tidak perlu berubah, karena itu hanya akan membuatmu dan orang lain itu menjadi tidak nyaman di kemudian hari dan perubahan mu menjadi sia-sia.
Dan pada akhirnya, bahagiamu bukan ada padaku, bahagiamu ada pada seseorang yang mampu memahamimu sepenuhnya. :)